AdabAqidahFikih

Bagaimana Pegawai menunaikan amanah?

Oleh al-‘Allamah Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, shalawat dan salam yang sempurna bagi pemimpin para rasul, imam orang2 bertakwa, nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wasallam, juga para shahabatnya dan orang2 yang mengikuti mereka dengan kebaikan hingga hari kiamat.
Amma ba’d.

Risalah ini merupakan nasehat bagi para pekerja dan pegawai dalam menunaikan pekerjaan yang ditetapkan pada mereka. Diharapkan risalah ini dapat memberi manfaat dan menolong para pekerja dalam mengikhlaskan niat, semangat dalam bekerja, dan mengerjakan kewajibannya. Dan aku memohon taufik kepada Allah.

Ayat-ayat Seputar Kewajiban Menunaikan Amanat
Diantara ayat-ayat yang memerintahkan untuk menunaikan amanat dan larangan berkhianat adalah firman Allah:

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَ مٰنٰتِ اِلٰۤى اَهْلِهَا ۙ وَاِ ذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّا سِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِا لْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ سَمِيْعًۢا بَصِيْرًا

innalloha ya`murukum ang tu`addul-amaanaati ilaaa ahlihaa wa izaa hakamtum bainan-naasi ang tahkumuu bil-‘adl, innalloha ni’immaa ya’izhukum bih, innalloha kaana samii’am bashiiroo

“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 58)

Berkata Ibnu Katsir dalam tafsirnya:

Allah Ta’ala menjelaskan bahwa Dia memerintahkan untuk menunaikan menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.
Dari hadits Al Hasan dari Samurah bahwasannya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

Sampaikan amanat kepada yang memberikannya kepadamu dan jangan khianati yang mengkhianatimu

(Riwayat Imam Ahmad dan ahli sunan)

Dalil ini mencakup seluruh amanat yang wajib ditunaikan setiap orang, yaitu hak2 Allah ‘Azza wa Jalla pada hambanya berupa shalat, zakat, puasa, kafarat, nadzar, dan lainnya yang diamanatkan padanya tidak datang amanat ini kepada seorang hamba.
Termasuk juga hak-hak sesama manusia seperti titipan dan lainnya yang diamanatkan padanya tanpa melihat niatannya tersebut. Maka Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk menunaikannya. siapa yang tidak menunaikannya di dunia, dia akan diazab di hari kiamat.

Allah berfirman: “Wahai orang-orang beriman, jangan kalian mengkhianati Allah dan RasulNya serta mengkhianati amanah kalian, padahal kalian mengetahuinya”. Berkata Ibnu Katsir: “Khianat disini mencakup semua dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar, lazim ataupun muta’addi. Berkata Ali bin Abi Thalhah: “jangan mengkhianati amanah kalian”, amanah yang dimaksud adalah amalan – amalan yang diamanatkan Allah pada hambaNya berupa kewajiban fardhu.
Dia berkata: “jangan mengkhianati” artinya jangan membatalkan amanat.
Dalam riwayat lain dia berkata: “jangan mengkhianati Allah dan RasulNya” yakni dengan meninggalkan sunnahnya dan mengerjakan maksiat.”

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّا عَرَضْنَا الْاَ مَا نَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَا لْجِبَا لِ فَاَ بَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَ شْفَقْنَ مِنْهَا وَ حَمَلَهَا الْاِ نْسَا نُ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًا ۙ
innaa ‘arodhnal-amaanata ‘alas-samaawaati wal-ardhi wal-jibaali fa abaina ay yahmilnahaa wa asyfaqna min-haa wa hamalahal-ingsaan, innahuu kaana zholuumang jahuulaa

“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 72)

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah setelah mengungkapkan pendapat para ahli tafsir tentang tafsir amanat, yaitu makna diantaranya adalah ketaatan, kewajiban2, agama, dan hudud. Maka dia berkata: Semua pendapat ini tidak saling bertolak belakang, bahkan saling mendukung. Yaitu maknanya kembali pada beban taklif, ketundukkan, perintah dan larangan beserta syarat2nya. Maka siapa yang melaksanakannya mendapat pahala, adapun yang meninggalkan akan disiksa. Maka amanah tersebut dipikul oleh manusia padahal mereka lemah, bodoh, dan zhalim – kecuali orang2 yang menjalankan perintah Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ هُمْ لِاَ مٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رٰعُوْنَ ۖ
wallaziina hum li`amaanaatihim wa ‘ahdihim roo’uun

“Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya,”
(QS. Al-Ma’arij 70: Ayat 32)

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah, “Jika diberi amanat dia tidak mengkhianati, jika dia berjanji maka tidak mengingkari. Ini adalah sifatnya kaum mukminin. Berbeda dengan kaum munafik sebagaimana diriwayatkan dalam hadits yang shahih:

Ciri orang munafik ada tiga: “Jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika dipercaya (amanat) dia berkhianat”. Dalam riwayat lain: “Jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia meninggalkan, jika berselisih dia berbuat jahat,”.

Oleh Buya Muhammad Elvisyam Lc. MA

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button